Minggu, 15 Januari 2012

Foto Profil + Status BBM = Harga Diri

APA foto profil dalam fitur blackeberry messenger(BBM)-mu siang ini? Apa pula yang kamu tuliskan sebagai statusmu?

Tahukah kamu, foto dan status BBM yang kita siarkan adalah salah satu cerminan diri kita?

Menurut pakar etika Mien R Uno, meskipun tidak sepenuhnya menjelaskan siapa kita, tetapi, imaji yang kita tampilkan melalui keduanya bisa mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kita.

"Orang-orang yang tidak menghargai diri sendiri, akan sulit mendapat penghargaan dari orang lain. Cara kita menunjukkan penghargaan atas diri sendiri bisa dengan memasang foto profil atau status BBM dalam koridor kepatutan, tidak vulgar atau provokatif," ujar Mien ketika berbincang dengan okezone.

Dengan santun Mien melanjutkan, dia tidak keberatan dengan perilaku anak muda yang mengekspresikan dirinya dengan berbagai cara. Tetapi, ekspresi itu sebaiknya tetap pada nilai-nilai kesopanan dan tidak menimbulkan prasangka.


"Boleh sesuka hati, tapi tidak perlulah kita menampilkan bagian-bagian tubuh tertentu, tato baru, atau menuliskan status-status provokatif. Coba saja tampilkan foto terbaik kita dalam pose sopan, bisa yang cantik, bisa juga bergaya lucu. Dengan begitu, orang akan menghargai kita sejak mereka melihat penampilan virtual kita," imbuh Mien panjang lebar.

Mien, yang juga wanita pengusaha sukses di Tanah Air ini memaparkan, identitas virtual kita juga merupakan representasi hasil pendidikan etika dasar di keluarga. Menurutnya, dalam berekspresi, anak muda tetap harus mengetahui mana yang baik dan benar, serta mana yang salah.

Jika menampilkan diri dengan buruk, kata Mien, seseorang juga akan memberi pesan bahwa pendidikan etika di keluarganya tidak berjalan baik.

"Koridor baik dan buruk ini tetap perlu diketahui meski kita masih muda. Sebab, apa yang dianggap biasa oleh kelompok teman sebaya bisa jadi akan dianggap sesuatu yang negatif di kelompok umur lebih tua. Kita enggak mau dianggap tidak tahu adat oleh orangtua kan?," tuturnya.

Nenek empat cucu itu mengaku, akan menegur langsung anggota keluarganya jika ada di antara mereka yang melanggar kepatutan di dunia maya. Sementara, jika yang melanggar etika adalah kolega atau mahasiswanya, Mien memilih tidak merespons.

"Untuk apa sih menampilkan hal-hal yang tidak patut atau memancing keributan? Kita bisa kok, memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan semangat dan pesan positif. Saya sendiri suka jika melihat anak-anak muda mengekspresikan dirinya dengan santun. Saya juga suka mendapatkan pesan-pesan berisi motivasi atau pencerahan," ujar Mien menandaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar